Langsung ke konten utama

Kondisi Gedung SMP Negeri 2 Raijua
























Pada awal April tahun 2021 yang lalu, sejumlah wilayah di Indonesia dilanda dampak dari siklon tropis.

Siklon tropis merupakan sistem tekanan rendah non-frontal yang berskala sinoptik yang tumbuh di atas perairan hangat dengan wilayah perawanan konvektif dan kecepatan angin maksimum, setidaknya mencapai 34 knot pada lebih dari setengah wilayah yang melingkari pusatnya, serta bertahan setidaknya enam jam.

Dampak dari kehadiran siklon tropis sangat kompleks. Siklon tropis dapat menghasilkan dampak langusng dan tidak langsung bagi manusia.

 Begitu juga yang kami rasakan di SMP Negeri 2 Raijua,  kenangan yang begutu besar di tinggal oleh Badai siklon tropis atau yang kita sebut badai Seroja, banyak gedung yang hancur dan membutuhkan proses yang lama untuk mengembalikan keadaan kembali seperti semula. Tugas dan tanggung jawab besar yang di pikul oleh kepala SMP Negeri 2 Raijua untuk menormalkan kembali proses pembelajaran dengan melihat kondisi Sarpras di SMP Negeri 2 Raijua yang masih sangat membutuhkan perbaikan di selurug aspek.. 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Gerakan Literasi Sekolah SMP Negeri 2 Raijua

 Salam Literasi Rabu, 21 september 2022 Semangat dari bapak/ibu guru yang di pilih khusus dalam Kegiatan Literasi sekolah yang dilakukan secara berlelanjutan di SMP Negeri 2 Raijua, guna menciptakan peserta didik yang aktif dalam membaca dan menulis perlu mendapat apresiasi.  Prinsip literasi sekolah merupakan pedoman yang mendasari gerakan literasi sekolah. 

SMP NEGERI 2 RAIJUA, GERAKAN LITERASI SEKOLAH

Gerakan Literasi Sekolah GLS merupakan merupakan suatu usaha atau kegiatan yang bersifat partisipatif dengan melibatkan warga sekolah (peserta didik, guru, kepala sekolah, tenaga kependidikan, pengawas sekolah, Komite Sekolah, orang tua/wali murid peserta didik), akademisi, penerbit, media massa, masyarakat (tokoh masyarakat yang dapat merepresentasikan keteladanan, dunia usaha, dll.), dan pemangku kepentingan di bawah koordinasi Direktorat Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. GLS adalah gerakan sosial dengan dukungan kolaboratif berbagai elemen. Upaya yang ditempuh untuk mewujudkannya berupa pembiasaan membaca peserta didik. Pembiasaan ini dilakukan dengan kegiatan 15 menit membaca (guru membacakan buku dan warga sekolah membaca dalam hati, yang disesuaikan dengan konteks atau target sekolah). Ketika pembiasaan membaca terbentuk, selanjutnya akan diarahkan ke tahap pengembangan, dan pembelajaran (disertai tagihan berdasarkan Kurikulum 2013). Va...

Proses Pembelajaran Dalam Kelas

Dalam kegiatan belajar mengajar PBAS diwujudkan dalam berbagai bentuk kegiatan seperti mendengarkan, berdiskusi, memproduksi sesuatu, menyusun laporan, memecahkan masalah dan lain sebagainya. Keaktifan siswa itu ada yang secara langsung dapat diamati, seperti mengerjakan tugas, berdiskusi, mengumpulkan data dan lain sebagainya; akan tetapi juga ada yang tidak bisa diamati, seperti kegiatan mendengarkan dan menyimak. Kadar PBAS tidak hanya ditentukan oleh aktifitas fisik semata, akan tetapi juga ditentukan oleh aktifitas non-fisik seperti mental, intelektual dan emosional. Oleh sebab itu sebetulnya aktif dan tidak aktifnya siswa dalam belajar hanya siswa yang mengetahuinya secara pasti. Kita tidak dapat memastikan bahwa siswa yang diam mendengarkan penjelasan tidak berarti tidak PBAS; demikian juga sebaliknya belum tentu siswa yang secara fisik aktif memiliki kadar aktifitas mental yang tinggi pula. Dengan demikian, dalam pelaksanaan proses pembelajaran di dalam kelas, guru perlu mengak...