Langsung ke konten utama

SMP Negeri 2 Raijua gelar Ibadah Penyegaran Rohani






 Sabtu, 17 September 2022. SMP Negeri 2 Raijua mengadakan ibadah penyegaran Rohani selepas jam pulang sekolah. 

Di dalam kehidupan, banyak sekali ilmu yang bisa dipelajari anak-anak sedari dini, salah satunya yaitu ilmu agama. Apalagi di tengah problema hidup yang tidak kunjung habis, sebagai orang dewasa saja kerap kali kita ingin menyerah dengan hidup dan mengalami putus asa yang begitu mendalam. Permasalahan yang sering dialami oleh setiap orang selalu berhubungan rasa percaya diri dan merasa bahwa dirinya tidak memiliki siapa-siapa yang mengerti akan dirinya. Oleh karena itu, sangat penting bagi kita semua untuk selalu bersyukur atas apa yang terjadi dalam hidup kita. Salah satunya dengan cara mengikuti ibadah penyegaran rohani

Oleh karena itu kami keluarga besar SMP Negeri 2 Raijua, rutin melaksanakan kegiatan penyegaran rohani setiap hari sabtu, karena kami yakin banyak manfaat yang akan kami dapat saat mengikuti kegiatan Rohani, seperti : 

1. Membangun pribadi yang lebih baik

2. Terhindar dari perbuatan dosa

3. Selalu ingat dan mengandalkan Tuhan dalam segala hal. 

4. Menjadi Lebih bersyukur. 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

PEMBACAAN JANJI SISWA SMP NEGERI 2 RAIJUA

  Pembacaan Janji Siswa, SMP Negeri 2 Raijua. Sekolah merupakan pendidikan formal bagi seluruh warga Indonesia untuk mendapatkan pengajaran dan ilmu yang bermanfaat. Baik itu dalam bentuk materi pelajaran atau aturan dan norma yang berlaku di dalamnya.Aturan adalah suatu tindakan atau perbuatan yang sudah ditetapkan sehingga harus dijalankan dengan sebaik mungkin. Sedangkan norma adalah ketentuan yang digunakan sebagai panduan, tatanan, atau tingkah laku agar sesuai dalam bermasyarakat dan di lingkungan sekolah. Dengan memahami dan menelaah isi teks  janji siswa , diharapkan para siswa mampu bersikap baik, disiplin, taat, dan mematuhi segala tata tertib yang ada di sekolah dan lingkungan sekitar.

Proses Pembelajaran Dalam Kelas

Dalam kegiatan belajar mengajar PBAS diwujudkan dalam berbagai bentuk kegiatan seperti mendengarkan, berdiskusi, memproduksi sesuatu, menyusun laporan, memecahkan masalah dan lain sebagainya. Keaktifan siswa itu ada yang secara langsung dapat diamati, seperti mengerjakan tugas, berdiskusi, mengumpulkan data dan lain sebagainya; akan tetapi juga ada yang tidak bisa diamati, seperti kegiatan mendengarkan dan menyimak. Kadar PBAS tidak hanya ditentukan oleh aktifitas fisik semata, akan tetapi juga ditentukan oleh aktifitas non-fisik seperti mental, intelektual dan emosional. Oleh sebab itu sebetulnya aktif dan tidak aktifnya siswa dalam belajar hanya siswa yang mengetahuinya secara pasti. Kita tidak dapat memastikan bahwa siswa yang diam mendengarkan penjelasan tidak berarti tidak PBAS; demikian juga sebaliknya belum tentu siswa yang secara fisik aktif memiliki kadar aktifitas mental yang tinggi pula. Dengan demikian, dalam pelaksanaan proses pembelajaran di dalam kelas, guru perlu mengak...

SMP NEGERI 2 RAIJUA, GERAKAN LITERASI SEKOLAH

Gerakan Literasi Sekolah GLS merupakan merupakan suatu usaha atau kegiatan yang bersifat partisipatif dengan melibatkan warga sekolah (peserta didik, guru, kepala sekolah, tenaga kependidikan, pengawas sekolah, Komite Sekolah, orang tua/wali murid peserta didik), akademisi, penerbit, media massa, masyarakat (tokoh masyarakat yang dapat merepresentasikan keteladanan, dunia usaha, dll.), dan pemangku kepentingan di bawah koordinasi Direktorat Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. GLS adalah gerakan sosial dengan dukungan kolaboratif berbagai elemen. Upaya yang ditempuh untuk mewujudkannya berupa pembiasaan membaca peserta didik. Pembiasaan ini dilakukan dengan kegiatan 15 menit membaca (guru membacakan buku dan warga sekolah membaca dalam hati, yang disesuaikan dengan konteks atau target sekolah). Ketika pembiasaan membaca terbentuk, selanjutnya akan diarahkan ke tahap pengembangan, dan pembelajaran (disertai tagihan berdasarkan Kurikulum 2013). Va...