Langsung ke konten utama

Kepala SMPN 2 Raijua melakukan Supervisi Administrasi Guru untuk meningkatkan kualitan pembelajaran

 

Administrasi merupakan seperangkat kegiatan yang diketahui dan dimiliki oleh seorang guru untuk kegiatan pembelajaran. Sehingga pembelajaran dapat berlangsung secara efektif dan efisien. Maka guru dan siswa mendapatkan isi pesan pembelajaran dengan memperhatikan perbedaan setiap siswa. 

Kepala SMPN 2 RAIJUA Fransiska Wanynyi Wewo, S.Si menyampaikan bahwa administrasi guru bisa untuk melakukan perubahan atau inovasi. “Jadikan admnistrasi guru untuk melakukan perubahan dan memberikan kesempatan untuk berinovasi dalam pembelajaran di kelas.

Secara umum, administrasi guru antara lain 

buku kerja 1; SKL, KI, dan KD, Silabus, RPP, dan KKM.

Buku Kerja 2 ; Kode Etik Guru, Pembiasaan Guru, Kalender Pendidikan, Alokasi Waktu, Program Tahunan, Program Semester, Jurnal Agenda Guru. 

Buku kerja 3 ; Daftar Hadir, Daftar Nilai, Penilaian Akhlak/Kepribadian, Analisis Hasil Ulangan, Program Pembelajaran Perbaikan & Pengayaan, Daftar Buku Pegangan Guru/Siswa, Jadwal Mengajar, daya serap siswa, Kumpulan Kisi soal, Kumpulan Soal, Analisis Butir Soal, Perbaikan Soal, 

Buku Kerja 4 : Daftar Evaluasi Diri Kerja Guru , Program Tindak Lanjut Kerja Guru

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Gerakan Literasi Sekolah SMP Negeri 2 Raijua

 Salam Literasi Rabu, 21 september 2022 Semangat dari bapak/ibu guru yang di pilih khusus dalam Kegiatan Literasi sekolah yang dilakukan secara berlelanjutan di SMP Negeri 2 Raijua, guna menciptakan peserta didik yang aktif dalam membaca dan menulis perlu mendapat apresiasi.  Prinsip literasi sekolah merupakan pedoman yang mendasari gerakan literasi sekolah. 

SMP NEGERI 2 RAIJUA, GERAKAN LITERASI SEKOLAH

Gerakan Literasi Sekolah GLS merupakan merupakan suatu usaha atau kegiatan yang bersifat partisipatif dengan melibatkan warga sekolah (peserta didik, guru, kepala sekolah, tenaga kependidikan, pengawas sekolah, Komite Sekolah, orang tua/wali murid peserta didik), akademisi, penerbit, media massa, masyarakat (tokoh masyarakat yang dapat merepresentasikan keteladanan, dunia usaha, dll.), dan pemangku kepentingan di bawah koordinasi Direktorat Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. GLS adalah gerakan sosial dengan dukungan kolaboratif berbagai elemen. Upaya yang ditempuh untuk mewujudkannya berupa pembiasaan membaca peserta didik. Pembiasaan ini dilakukan dengan kegiatan 15 menit membaca (guru membacakan buku dan warga sekolah membaca dalam hati, yang disesuaikan dengan konteks atau target sekolah). Ketika pembiasaan membaca terbentuk, selanjutnya akan diarahkan ke tahap pengembangan, dan pembelajaran (disertai tagihan berdasarkan Kurikulum 2013). Va...

Proses Pembelajaran Dalam Kelas

Dalam kegiatan belajar mengajar PBAS diwujudkan dalam berbagai bentuk kegiatan seperti mendengarkan, berdiskusi, memproduksi sesuatu, menyusun laporan, memecahkan masalah dan lain sebagainya. Keaktifan siswa itu ada yang secara langsung dapat diamati, seperti mengerjakan tugas, berdiskusi, mengumpulkan data dan lain sebagainya; akan tetapi juga ada yang tidak bisa diamati, seperti kegiatan mendengarkan dan menyimak. Kadar PBAS tidak hanya ditentukan oleh aktifitas fisik semata, akan tetapi juga ditentukan oleh aktifitas non-fisik seperti mental, intelektual dan emosional. Oleh sebab itu sebetulnya aktif dan tidak aktifnya siswa dalam belajar hanya siswa yang mengetahuinya secara pasti. Kita tidak dapat memastikan bahwa siswa yang diam mendengarkan penjelasan tidak berarti tidak PBAS; demikian juga sebaliknya belum tentu siswa yang secara fisik aktif memiliki kadar aktifitas mental yang tinggi pula. Dengan demikian, dalam pelaksanaan proses pembelajaran di dalam kelas, guru perlu mengak...