Langsung ke konten utama

Keluarga Besar SMPN 2 Raijua "Selamat Jalan Pak Dindus" 🙏

 

kematian kerap dimaknai sebagai kemenangan. Dalam Filipi 1:21, dikatakan bahwa: "Karena bagiku hidup adalah Kristus dan mati adalah keuntungan."

Kami keluarga besar SMP Negeri 2 Raijua merasakan duka yang sangat mendalam atas berpulangnya Bapak/kakak/ yang biasa kami sapa dengan sapaan "Om Dindus", beliau merupakan sosok yang sangat humoris, selalu tersenyum dengan siapa saja yang ia temui, bersemangat dan mempunyai jiwa olah raga yang tinggi. Namun semua tinggal kenangan, tiada seorang pu  yang bisa menunda kematian jika saatnya tiba sekalipun kita semua yakin orang yang meninggal telah hidup berbahagia di tempat yang lebih baik, tetapi rasa sedih tentu tak dapat terelakkan oleh keluarga atau kerabat yang ditinggalkan. 

Sekali lagi kami mengucapkan Turut berduka cita atas kepergiannya Bapak Bernadinus Laka Bere Loes,.Ketahuilah bahwa orang yang engkau kasihi adalah orang yang baik, Ia adalah hamba Tuhan yang selalu mendengarkan dan turut perintah Tuhan maka Firman Tuhan dalam Mazmur 116:15 berkata, 'Berharga di mata Tuhan kematian semua orang yang dikasihi-Nya'."

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Gerakan Literasi Sekolah SMP Negeri 2 Raijua

 Salam Literasi Rabu, 21 september 2022 Semangat dari bapak/ibu guru yang di pilih khusus dalam Kegiatan Literasi sekolah yang dilakukan secara berlelanjutan di SMP Negeri 2 Raijua, guna menciptakan peserta didik yang aktif dalam membaca dan menulis perlu mendapat apresiasi.  Prinsip literasi sekolah merupakan pedoman yang mendasari gerakan literasi sekolah. 

SMP NEGERI 2 RAIJUA, GERAKAN LITERASI SEKOLAH

Gerakan Literasi Sekolah GLS merupakan merupakan suatu usaha atau kegiatan yang bersifat partisipatif dengan melibatkan warga sekolah (peserta didik, guru, kepala sekolah, tenaga kependidikan, pengawas sekolah, Komite Sekolah, orang tua/wali murid peserta didik), akademisi, penerbit, media massa, masyarakat (tokoh masyarakat yang dapat merepresentasikan keteladanan, dunia usaha, dll.), dan pemangku kepentingan di bawah koordinasi Direktorat Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. GLS adalah gerakan sosial dengan dukungan kolaboratif berbagai elemen. Upaya yang ditempuh untuk mewujudkannya berupa pembiasaan membaca peserta didik. Pembiasaan ini dilakukan dengan kegiatan 15 menit membaca (guru membacakan buku dan warga sekolah membaca dalam hati, yang disesuaikan dengan konteks atau target sekolah). Ketika pembiasaan membaca terbentuk, selanjutnya akan diarahkan ke tahap pengembangan, dan pembelajaran (disertai tagihan berdasarkan Kurikulum 2013). Va...

Proses Pembelajaran Dalam Kelas

Dalam kegiatan belajar mengajar PBAS diwujudkan dalam berbagai bentuk kegiatan seperti mendengarkan, berdiskusi, memproduksi sesuatu, menyusun laporan, memecahkan masalah dan lain sebagainya. Keaktifan siswa itu ada yang secara langsung dapat diamati, seperti mengerjakan tugas, berdiskusi, mengumpulkan data dan lain sebagainya; akan tetapi juga ada yang tidak bisa diamati, seperti kegiatan mendengarkan dan menyimak. Kadar PBAS tidak hanya ditentukan oleh aktifitas fisik semata, akan tetapi juga ditentukan oleh aktifitas non-fisik seperti mental, intelektual dan emosional. Oleh sebab itu sebetulnya aktif dan tidak aktifnya siswa dalam belajar hanya siswa yang mengetahuinya secara pasti. Kita tidak dapat memastikan bahwa siswa yang diam mendengarkan penjelasan tidak berarti tidak PBAS; demikian juga sebaliknya belum tentu siswa yang secara fisik aktif memiliki kadar aktifitas mental yang tinggi pula. Dengan demikian, dalam pelaksanaan proses pembelajaran di dalam kelas, guru perlu mengak...